Senin, 15 Agustus 2011

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat



INILAH.COM, Jakarta - Perhitungan PBB mengenai masa leleh es Kutub Utara bisa jadi salah. Ilmuwan MIT perkirakan es Kutub Utara akan meleleh 4 kali lebih cepat.
Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.
Pierre Rampal dari departmen Earth, Atmosphere and Planetary Sciences, MIT, mengingatkan, prediksi ini mungkin berbeda-beda dengan kenyataan di berbagai tempat, karena ada perbedaan data pada model Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dengan fakta sebenarnya, sehingga prediksi itu tidak akurat. 

Indonesia Tarik Mundur Komodo dari "Seven Wonders"

Indonesia Tarik Mundur Komodo dari "Seven Wonders"


Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menarik mundur Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam baru atau "New seven wonders of nature" (N7WN).
"Keputusan ini diambil karena pihak penyelenggara kampanye New 7 Wonders (N7W) Foundation telah melakukan tindakan tidak profesional, tidak konsisten, dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, di Jakarta, Senin.
Menurut menteri ketika secara resmi mengumumkan keputusan itu dalam acara jumpa pers, meski TNK mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam baru bersi yayasan New 7 Wonders, namun TNK tetap merupakan "world heritage" atau warisan dunia yang diakui Unesco pada 1991.
Pada Agustus 2008, Kemenbudpar menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency untuk mendukung TNK sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam baru yang pemilihannya dilakukan melalui "online voting".
Kemenbudpar telah melakukan serangkaian kegiatan kampanye "online" dan "offline" baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil pada 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan 440 nominasi dari 220 negara.

Astronom Temukan Planet Tergelap


Astronom Temukan Planet Tergelap



Laporan Wartawan Tribunnews.com Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, MASSACHUSETS 
Sebuah planet di luar tata surya yang gelap, lebih gelap dari sepotong batu bara, telah ditemukan para astronom. Planet sebesar Jupiter ini mengorbit bintangnya dengan jarak sekitar lima juta kilometer dan kemungkinan temperaturnya 1.200 derajat celcius.

Planet ini mungkin terlalu panas untuk mendukung awan pemantul seperti terlihat di sistem tata surya. nnamun demikian tetap saja tidak bisa menjelaskan mengapa planet ini begitu gelap. Kajian ini akan diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Planet yang disebut TrES-2b karena ditemukan dalam survei eksoplanet Trans-Atlantik tahun 2006. Jaraknya dari bumi sekitar 750 tahun cahaya di konstelasi Draco. Planet ini terletak di jarak pandang teleskop angkasa Kepler yang tujuannya menemukan eksoplanet menggunakan pengukuran cahaya yang sangat sensitif.

Dengan menggunakan data selama empat bulan pertama dari Kepler, David Kipping, peneliti di Center for Astrophysics di Universitas Harvard dan David Spiegel dari Universitas Princeton mengkaji jumlah cahaya terpancar langsung dari TrES-2b.

Mereka mengukur jumlah cahaya dari "sisi malam" planet ketika langsung berada di depan bintangnya. Lalu membandingkan dengan cahaya dari "sisi gelap" sebelum melintasi bintangnya.

Perbedaan keduanya kemudian diukur untuk mengetahui seberapa banyak sinar yang terpantul atau disebut albedo.

Jumat, 12 Agustus 2011

Inilah iPhone 5 Buatan China

INILAH.COM, China - iPhone 5 keluaran Apple belum beredar. Tapi di China sudah beredar hiPhone 5.
Apple kalah cepat. Yang sekarang beredar tentang produk iPhone terbaru masih sebatas desas-desus rumornya saja. Barangnya belum ada.
Tapi China sudah punya. iPhone 5 buatan China itu tentu tiruan. Dijual dengan harga 200 yuan atau setara dengan Rp267.000, ponsel bernama hiPhone itu dijual di situs e-commerce Taobao, platform yang dinaungi Alibaba.
Entah apa yang dipikirkan oleh pembuat hiPhone ini, tapi seperti dikutip dari Reuters, produk tiruan itu dibuat mirip gambar-gambar iPhone 5 yang beredar di internet, yakni berbodi lebih tipis, tapi sangat ringan seperti mainan ponsel plastik.
Selain hiPhone Rp267.000 itu, tersedia versi ‘yang lebih asli’ seharga Rp1 juta. Pramuniaga toko yang menjual produk itu bisa menjelaskan perbedaan antara tiruan iPhone 5 dengan tiruan iPhone 5 yang lebih asli. Walau ‘lebih asli’, tapi tetap saja sama-sama palsu. [mor]

Kamis, 11 Agustus 2011

Awas! Kebanyakan Duduk Picu Penyakit Kronis

Awas! Kebanyakan Duduk Picu Penyakit Kronis

12 agustus 2011

TRIBUNNEWS.COM - Anda yang memiliki gaya hidup kurang aktif sebaiknya mulai waspada sejak dini. Karena hasil penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kronis meskipun Anda telah meluangkan waktu untuk berolahraga.
"Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika mereka mau menambah gerakan dalam rutinitasnya sepanjang hari, mereka akan merasa lebih baik dan terhindar dari masalah kesehatan," ujar John Thyfault, asisten profesor nutrisi dan fisiologi dari Universitas Missouri.
Dalam penelitian terbaru, Thyfault dan timnya menemukan bahwa mereka yang gaya hidupnya berubah dari level aktivitas tinggi (lebih dari 10.000 langkah setiap hari) menjadi tidak aktif (kurang dari 5.000 langkah per hari) berisiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2.

Rabu, 10 Agustus 2011

NAMA-NAMA PTC SCAM (PENIPUAN) TERBARU 2011

BERIKUT NAMA-NAMA PTC SCAM (PENIPUAN) TERBARU 2011 NAMUN MASIH AKTIF
ARTINYA: KAMU MASIH BISA LOG IN WALAUPUM SITE INI SCAM

1. 247vipclub.com
2. 10bux.net
3. 10dollarclick.com
4. 1centemails.com - not to be confused with 1 cent email (no "s")
5. 1dollarforclick.com
6. adflasher.net
7. adshow.eu
8. angel-mails.com
9. aqbux.com
10. arbux.net
11. astralbux.com
12. autopaybux.com
13. awardmails.biz
14. awardmails.info
15. awsurveys.com
16. ayanbux.com
17. b-u-x.net
18. beanybux.com
19. bestbux.info
20. bestcashbux.com
21. black-mails.com
22. blackrose-mail.com
23. bux.gs
24. bux.to
25. bux3.com
26. bux4commission.com
27. bux4dollars.com
28. buxberry.com
29. buxdel.com
30. buxess.com
31. buxglobal.com
32. buxgocrazy.com
33. buxinc.com
34. buxls.com
35. buxona.com
36. buxop.com
37. buxoption.com
38. buxsam.com
39. buxsyde.com
40. buxwood.com
41. cashbux2011.com
42. cashmails.org
43. cashviews.com
44. chasebux.com
45. clickers.ws
46. clicksius.com
47. clixil.com
48. coldbux.com
49. conbux.com
50. conch-mails.com
51. creditbux.com
52. cubieclix.com
53. daily-mails.com
54. depacco.com
55. dollargpt.com
56. dollarptr.com
57. dream-bux.com
58. enrichptc.com
59. evoptc.net
60. exclusivemails.net
61. extracashbux.com
62. extremebux.net
63. fellowequality.com
64. fineptc.com
65. foibux.com
66. gagabux.com
67. gatorbux.net
68. getpaidto.com
69. globobux.com
70. gpibux.com
71. grandptc.com
72. htbux.com
73. idrclix.com
74. instaptr.com
75. jjbux.com
76. krisbux.com
77. labpay.com
78. lewbux.com
79. libertyreservemails.com
80. lotbux.com
81. mailsmoney.com
82. magicptr.com
83. mapleclix.com
84. massivePTR.com
85. moobux.com
86. mysteryptc.com
87. ncrbux.com
88. neodollar.com
89. nesbux.com
90. newbuxindia.com
91. novabux.com
92. oebux.com
93. onbux.com
94. oppbux.com
95. paidmailz.com
96. paidum.com
97. pay4surf.info
98. payingptr.com
99. paypermails.com
100. pink-mails.com
101. pplinx.com
102. ptc-investigation-ptc.com
103. ptc4profit.info
104. ptcearns.com
105. ptcpro.info
106. ptcsense.com
107. ptcservice.net
108. ptcwallet.com
109. rapidptc.com
110. rastabux.com
111. readbud.com
112. realbux2011.com
113. realbuxmoney.com
114. richgoptr.com
115. richptc.com
116. rosebizs.com
117. scvbux.com
118. sdbux.com
119. seroclix.com
120. shareapic.net
121. singbux.com
122. smartbux3.com
123. snapdollars.com
124. speedbux3.com
125. starbux.net
126. strongbux3.com
127. sugar-mails.com
128. surf4bux.com
129. surfwithmoney.com
130. synbux.com
131. teabux.com
132. tcbux.com
133. techbux.com
134. tendollarclick.com
135. thebestdealyet.com

Rabu, 03 Agustus 2011

Pembunuhan, Misteri dan Kaum Bohemia di Lokasi Bersejarah Sydney

Aug 1 19:14pm

Oleh Chantal Abitbol

Sejarah masa lalu Sydney kaya akan cerita. Di antara gang-gang yang tersembunyi dan jalan-jalan rahasia kota ini, berbagai macam seniman, penjahat, penari telanjang, aktivis dan pelacur berbagi kehidupan.

Inilah kota yang menjadi hidup karena anarki dan monopoli rum pada masa kolonisasi. Sydney kemudian berubah menjadi kota dengan geng kriminal, rumah bordil dan kasus pembunuhan misterius. Tetapi sejarah kota ini juga melibatkan para seniman, penulis, dan kelompok-kelompok rahasia.

Berikut beberapa tempat yang sreing menjadi tongkrongan para karakter dari masa lalu Sydney tersebut.


1. Hero of Waterloo, The Rocks

Salah satu pub tertua di Sydney, Hero of Waterloo menjadi tempat minum favorit bagi para tentara di tahun 1840-an.

Para penyelundup rum juga menyukai hotel yang dibangun oleh para narapidana ini. Terowongan di bawah tanah hotel terhubung ke pelabuhan, sehingga para penyelundup bisa aman mengantar barang.

Terowongan ini juga memiliki kegunaan lain, seperti sudah disebut di atas, merekrut paksa anak-anak muda untuk menjadi pelaut.

Menurut legenda lokal, pria-pria yang mabuk di bar ini kemudian akan dijatuhkan lewat pintu perangkap ke bawah tanah, diseret sepanjang terowongan, dan ketika mereka bangun esok paginya, mereka sudah berada di kapal di tengah laut.

2. Elizabeth Bay House, Elizabeth Bay

Mendapat julukan "Rumah terindah di koloni", Elizabeth Bay House menjadi tempat berlangsungnya pesta-pesta besar pada 1830-an.

Tapi seabad kemudian, rumah gaya Regency di pinggir pelabuhan ini menjadi tuan rumah buat pesta-pesta yang berbeda.

Dari 1928-1935, rumah ini menjadi tempat tinggal ilegal bagi seniman seperti Wallace Thornton dan Wolfgang Cardamatis.


Leonardo DiCaprio, Aktor Dengan Bayaran Termahal



Kali ini Johnny Depp harus mengaku kalah pada rekan sesama aktor, Leonardo DiCaprio. Pasalnya, Leo baru saja dinobatkan sebagai aktor dengan bayaran termahal versi Forbes, mengalahkan Depp!
Berkat INCEPTION, aktor muda ini dicatat meraup bayaran sebesar $77 juta selama tahun 2010, menempatkannya di posisi teratas jajaran 10 besar aktor dengan bayaran termahal. Yang menyedihkan, tak ada satupun aktor Inggris berhasil menempati 10 posisi bergengsi ini.
Kesuksesan DiCaprio berasal dari dua film tenarnya, INCEPTION dan SHUTTER ISLAND di tahun 2010, yang terjual lebih dari $1 miliar di seluruh dunia. Inilah yang 'menendang' Johnny Depp dari posisi teratas tahun lalu dengan bayaran sebesar $50 juta, walau film suksesnya, ALICE IN WONDERLAND terjual sampai $1,024 miliar.
Posisi ketiga ditempati oleh Adam Sandler dengan bayaran sebesar $40 juta, yang diikuti oleh bintang MEN IN BLACK, Will Smith, dengan angka $36 juta. Tom Hanks, yang belakangan tak lagi bersinar, masih mampu menempati posisi kelima dengan bayaran sebesar $35 juta.
Posisi 10 besar ditutup oleh Ben Stiller, Robert Downey Jr, Matt Damon, Tim Allen, dan Tom Cruise, dengan bayaran masing-masing sebesar $34 juta, $31 juta, $28 juta, dan $22 juta untuk posisi ke-9 dan 10. Congrats all! (dym/mae)

Balada Hosni Mubarak: Hidup Mewah dan Mabuk Kekuasaan...Berakhir dengan Ditandu ke Gedung Pengadilan



REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak akhirnya tiba di Akademi Kepolisian Mesir, di Kairo, tempat dia dan dua anaknya, Alaa dan Gamal, diadili pada Rabu di bawah penjagaan ekstra ketat.
Sebuah helikopter yang membawa Mubarak telah mendarat di lapangan parkir Akademi Kepolisian di Distrik Madinat Nasir. Mubarak tiba di Kairo dari Rumah Sakit Sharm El Sheikh, kota wisata Laut Merah, 500 km sebelah timur Kairo.
Rakyat Mesir menyebut pengadilan ini merupakan mahkamah bersejarah karena untuk pertama kali seorang presiden Mesir dihadapkan ke pengadilan.
Pengadilan ini merupakan tuntutan dari pro reformasi yang menumbangkan rezim 30 tahun itu pada 11 Februari 2011.
Sehari sebelumnya, banyak rumor beredar di kalangan masyarakat Mesir bahwa kesehatan Mubarak memburuk sehingga tidak bisa menghadiri pengadilan perdana itu.
Mubarak dihadapkan pada dakwaan berlapis termasuk pembunuhan terhadap 850 demonstran dalam revolusi pada Januari dan Februari 2001. Mantan orang kuat itu berada di rumah sakit Sharm El Sheikh itu sejak April lalu.
Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun menyerahkan kekuasaan kepada militer setelah para pengunjuk rasa tiada henti menuntutnya mundur dari kursi kepresidenan sejak 25 Januari 2011.

Foxconn Gantikan Manusia dengan Satu Juta Robot



TRIBUNNEWS.COM - Pekerjaan-pekerjaan sederhana akan diganti dari tangan manusia kepada robot. Hal ini dilakukan Foxconn, perusahaan yang membuat sejumlah perangkat untuk Apple iPhone dan iPad.
Bahkan Foxconn berencana mengganti tenaga kerja manusia dengan satu juta robot dalam tiga tahun mendatang.
Kantor berita Xinhuanet melaporkan, robot-robot tersebut akan menangani pekerjaan-pekerjaan sederhana yang selama ini dikerjakan manusia seperti mengelas dan merangkai komponen. Foxconn saat ini punya 10.000 robot yang akan meningkat menjadi 300.00 tahun depan hingga akhirnya menjadi satu juta dalam tiga tahun mendatang.

Rabu, 06 Juli 2011

BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

The shower smiles in a politician.



BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
 
 





Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan Anda dapat :
  1. Mendefinisikan bimbingan dan konseling.
  2. Mengidentifikasi fungsi, prinsip, asas, jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
  3. Menjelaskan peran kepala sekolah dan guru mata pelajaran dalam Bimbingan dan Konseling, orientasi baru, prosedur umum bimbingan dan konseling. bimbingan terhadap peserta didik bermasalah, proses konseling.
  4. Menerapkan teknik – teknik dalam konseling.
  5. Menganalisis kasus dan mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik.

  1. Pokok Bahasan
  1. Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling.
  2. Peran Kepala Sekolah dan Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas dalam Bimbingan dan Konseling.
  3. Kegiatan Layanan dan Pendukung Bimbingan dan Konseling.
  4. Prosedur Umum Bimbingan dan Konseling.
  5. Bimbingan terhadap Peserta Didik Bermasalah.
  6. Proses dan Teknik Konseling.

  1. Intisari Bacaan
      1. Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling
  1. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sedangkan menurut W.S. Winkel (1981) mengemukakan bahwa guidance mempunyai hubungan dengan guiding : “ showing a way” (menunjukkan jalan), leading (memimpin), conducting (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), regulating (mengatur), governing (mengarahkan) dan giving advice (memberikan nasehat).
Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pihak pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan arah perkembangan dewasa ini, dimana pada saat ini klien lah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya.
Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian bimbingan, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli :
  • Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.
  • Peters dan Shertzer (Sofyan S. Willis, 2004) mendefiniskan bimbingan sebagai : the process of helping the individual to understand himself and his world so that he can utilize his potentialities.
  • United States Office of Education (Arifin, 1978) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
  • Jones et.al. (1970) mengemukakan : “guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem.
  • I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.
  • Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.
  • Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Dari beberapa pendapat di atas, tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan, kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah, bahwa :
  • Bimbingan merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik.. Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis.
  • Tercapainya penyesuaian diri, perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan.
Dari pendapat Prayitno, dkk. yang memberikan pengertian bimbingan disatukan dengan konseling merupakan pengertian formal dan menggambarkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam sistem pendidikan nasional.
Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian istilah, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian pada Kurikulum 1994 dan Kurikulum 2004 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.
Untuk kepentingan penulisan ini, penulis akan menggunakan istilah Bimbingan dan Konseling sesuai dengan istilah formal yang saat ini dipergunakan dalam sistem pendidikan nasional.
  1. Orientasi Baru Bimbingan dan Konseling
Pada masa sebelumnya (atau mungkin masa sekarang pun, dalam prakteknya masih ditemukan) bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling cenderung bersifat klinis-therapeutis atau menggunakan pendekatan kuratif, yakni hanya berupaya menangani para peserta didik yang bermasalah saja. Padahal kenyataan di sekolah jumlah peserta didik yang bermasalah atau berperilaku menyimpang mungkin hanya satu atau dua orang saja. Dari 100 orang peserta didik paling banyak 5 hingga 10 (5% - 10%). Selebihnya, peserta didik yang tidak memiliki masalah (90% -95%) kerapkali tidak tersentuh oleh layanan bimbingan dan konseling. Akibatnya, bimbingan dan konseling memiliki citra buruk dan sering dipersepsi keliru oleh peserta didik, guru bahkan kepala sekolah. Ada anggapan bimbingan dan konseling merupakan “polisi sekolah”, tempat menangkap, merazia, dan menghukum para peserta didik yang melakukan tindakan indisipliner. Anggapan lain yang keliru bahwa bimbingan dan konseling sebagai “keranjang sampah” tempat untuk menampung semua masalah peserta didik, seperti peserta didik yang bolos, terlambat SPP, berkelahi, bodoh, menentang guru dan sebagainya. Masalah-masalah kecil seperti itu dapat diantisipasi dan diatasi oleh para guru mata pelajaran atau wali kelas dan tidak perlu diselesaikan oleh guru pembimbing.
Mengingat keadaan seperti itu, kiranya perlu adanya orientasi baru bimbingan dan konseling yang bersifat pengembangan atau developmental dan pencegahan pendekatan preventif. .
Sofyan. S. Willis (2004) mengemukakan landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling, yaitu :
  1. Pedagogis; artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual diantara peserta didik.
  2. Potensial, artinya setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan, sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri.
  3. Humanistik-religius, artinya pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya.
  4. Profesional, yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis, teoritis, yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling.
Dengan adanya orientasi baru ini, bukan berarti upaya-upaya bimbingan dan konseling yang bersifat klinis ditiadakan, tetapi upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling lebih dikedepankan dan diutamakan yang bersifat pengembangan dan pencegahan. Dengan demikian, kehadiran bimbingan dan konseling di sekolah akan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik, tidak hanya bagi peserta didik yang bermasalah saja.
  1. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Dengan orientasi baru Bimbingan dan konseling terdapat beberapa fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu:
  1. Pemahaman; menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemacahan masalah peserta didik meliputi : (a) pemahaman diri dan kondisi peserta didik, orang tua, guru pembimbing; (2) lingkungan peserta didik termasuk di dalamnya lingkungan sekolah; dan keluarga peserta didik dan orang tua; lingkungan yang lebih luas, informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan, dan sosial budaya/terutama nilai-nilai oleh peserta didik.
  2. Pencegahan; menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya.
  3. Pengentasan; menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik.
  4. Advokasi; menghasilkan kondisi pembelaaan terhadap pengingkaran atas hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan.
  5. Pemeliharaan dan pengembangan; terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
  1. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling :
Sejumlah prinsip mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan, sasaran layanan, jenis layanan dan kegiatan pendukung, serta berbagai aspek operasionalisasi pelayanan bimbingan dan konseling.
Prinsip-prinsip tersebut adalah :
  1. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan; (a) melayani semua individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial; (b) memperhatikan tahapan perkembangan; (c) perhatian adanya perbedaan individu dalam layanan.
  2. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu; (a) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan, baik di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar, (b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya.
  3. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling; (a) bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu, sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik; (b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan; (c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu; (d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan.
  4. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan; (a) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri; (b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri; (c) permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu; (d) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu; dan (e) proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.

PROSES BELAJAR MENGAJAR


BAB IV PROSES BELAJAR MENGAJAR 



Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan Anda dapat :
  1. Mendefinisikan belajar dan pengelolaan kelas.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri belajar, bentuk-bentuk perubahan perilaku sebagai hasil belajar, pendekatan - pendekatan pembelajaran, masalah-masalah dalam pengelolaan kelas.
  3. Menjelaskan secara skematik tentang perubahan perilaku dan pribadi yang terjadi dari proses belajar, peran dan kompetensi guru.
  4. Menerapkan berbagai pendekatan dalam mengatasi masalah pengelolaan kelas.

  1. Pokok Bahasan
  1. Hakekat Belajar.
  2. Teori-Teori Pokok Belajar.
  3. Pembelajaran
  4. Peran dan Kompetensi Guru
  5. Pengelolaan Kelas.


  1. Intisari Bacaan
        1. Hakekat Belajar
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. Lantas, apa sesungguhnya belajar itu ?
Di bawah ini disampaikan tentang pengertian belajar dari para ahli :
  • Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
  • Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
  • Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.
  • Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”
  • Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
  • Gage & Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”
Dari beberapa pengertian belajar tersebut diatas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku. Dalam hal ini, Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :
    1. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).
Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan.
Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.
    1. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).
Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.
    1. Perubahan yang fungsional.
Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.


    1. Perubahan yang bersifat positif.
Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.
    1. Perubahan yang bersifat aktif.
Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.
    1. Perubahan yang bersifat pemanen.
Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.

PERKEMBANGAN INDIVIDU


BAB III PERKEMBANGAN INDIVIDU



  1. Tujuan :
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan Anda dapat :
  1. Mendefinisikan perkembangan, tugas perkembangan individu dan masa remaja.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri umum perkembangan, prinsip-prinsip perkembangan, dan model pentahapan perkembangan individu.
  3. Menjelaskan tahapan perkembangan individu berdasarkan pendekatan didaktis.
  4. Menjelaskan tentang aspek-aspek perkembangan individu, aspek-aspek perkembangan perilaku dan pribadi pada masa remaja, serta problema yang dihadapi pada masa remaja.
  5. Menguraikan tugas-tugas perkembangan individu pada masa bayi kanak-kanak, dan remaja.

  1. Pokok Bahasan
  1. Pengertian Perkembangan.
  2. Ciri-Ciri Umum Perkembangan Individu
  3. Model Pentahapan Perkembangan.
  4. Aspek – Aspek Perkembangan Individu.
  5. Tugas – Tugas Perkembangan Individu
  6. Perkembangan Pada Masa Remaja

  1. Intisari Bacaan
    1. Pengertian Perkembangan
Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.
Yang dimaksud dengan sistematis adalah bahwa perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya, baik fisik maupun psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh : kemampuan berbicara seseorang akan sejalan dengan kematangan dalam perkembangan intelektual atau kognitifnya. Kemampuan berjalan seseorang akan seiring dengan kesiapan otot-otot kaki. Begitu juga ketertarikan seorang remaja terhadap jenis kelamin lain akan seiring dengan kematangan organ-organ seksualnya.
Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku).
Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.
Lebih jauh lagi, Syamsu Yusuf (2003) memerinci, beberapa prinsip perkembangan individu, yaitu :
  1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
  2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
  3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
  4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
  5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.
  6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.
Yelon dan Winstein (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan tentang arah atau pola perkembangan sebagai berikut :
        1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).
        2. Struktur mendahului fungsi.
        3. Diferensiasi ke integrasi.
        4. Dari konkret ke abstrak.
        5. Dari egosentris ke perspektivisme.
        6. Dari outer control ke inner control.

KERAGAMAN INDIVIDU DALAM KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN



BAB II KERAGAMAN INDIVIDU DALAM KECAKAPAN DAN KEPRIBADIAN

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan Anda dapat :
  1. Mendefinisikan kecakapan nyata, kecakapan potensial, kecerdasan (inteligensi), dan kepribadian
  2. Mengidentifikasi tentang indikator kecerdasan, ukuran kecerdasan, ciri-ciri keberbakatan, aspek-aspek kepribadian.
  3. Menjelaskan tentang teori-teori kecerdasan dan pengukuran kecerdasan.
  4. Menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya keragaman dalam kecakapan dan kepribadian
  1. Pokok Bahasan
    1. Keragaman Individu dalam Kecakapan dan Kepribadian.
    2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Keragaman dalam Kecakapan dan Kepribadian.
  1. Intisari Bacaan

Keragaman Individu dalam Kecakapan dan Kepribadian

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang guru mungkin akan dihadapkan dengan puluhan atau bahkan ratusan peserta didiknya, dengan masing-masing karakateristik yang dimilikinya.
Di antara sekian banyak karakteristik yang dimiliki peserta didik, yang penting dan perlu diketahui guru adalah berkenaan dengan kecakapan dan kepribadian peserta didiknya.Dari segi kecepatan belajar, ada peserta didik yang menunjukkan cepat dalam menangkap pelajaran, namun sebaliknya ada juga yang sangat lambat. Dari segi kepribadian, guru akan berhadapan dengan ciri-ciri kepribadian para peserta didiknyanya yang khas atau unik.
Berhadapan dengan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar dan memiliki ciri-ciri kepribadian yang positif, guru mungkin akan menganggap seolah-olah tidak ada hambatan. Namun ketika berhadapan dengan peserta didik yang lambat dalam belajar atau ciri-ciri kepribadian yang negatif, adakalanya guru dibuat frustrasi. Ujung-ujungnya dia langsung saja akan menyimpulkan bahwa peserta didiklah yang salah. Peserta didik dianggap kurang rajin, bodoh, malas, kurang sungguh-sungguh dan sebagainya.
Jika saja guru tersebut dapat memahami tentang keragaman individu, belum tentu dia akan langsung menarik kesimpulan bahwa peserta didiklah yang salah. Terlebih dahulu mungkin dia akan mempelajari latar belakang sosio-psikologis peserta didiknya, sehingga akan diketahui secara akurat kenapa peserta didik itu lambat dalam belajar, selanjutnya dia berusaha untuk menemukan solusinya dan menetukan tindakan apa yang paling mungkin bisa dilakukan agar peserta didik tersebut dapat mengembangkan perilaku dan pribadinya secara optimal.
Membicarakan tentang keragaman individu secara luas dan mendalam sebetulnya sudah merupakan kajian tersendiri yaitu dalam bidang Psikologi Diferensial. Untuk kepentingan pengetahuan guru dalam memahami peserta didiknya, di bawah ini akan diuraikan dua jenis keragaman individu yaitu keragaman dalam kecakapan dan kepribadian.
      1. Keragaman Individu dalam Kecakapan
Kecakapan individu dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu kecakapan nyata (actual ability) dan kecakapan potensial (potential ability).
Kecakapan nyata (actual ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang. Misalkan, setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau kecakapan nyata (achievement).
Sedangkan kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter). Kecakapan potensial dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (inteligensi atau kecerdasan) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau aptitudes).
C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian inteligensi sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.
Pada awalnya teori inteligensi masih bersifat unidimensional (kecerdasan tunggal), yakni hanya berhubungan dengan aspek intelektual saja, seperti teori inteligensi yang dikemukakan oleh Charles Spearman (1904) dengan teori “Two Factors”-nya. Menurut pendapatnya bahwa inteligensi terdiri dari kemampuan umum yang diberi kode “g” (genaral factor) dan kemampuan khusus yang diberi kode “s” (specific factor).
Selanjutnya, Thurstone (1938) mengemukakan teori “Primary Mental Abilities”, bahwa inteligensi merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu : (1) kemampuan berbahasa (verbal comprehension); (2) kemampuan mengingat (memory); (3) kemampuan nalar atau berfikir (reasoning); (4) kemampuan tilikan ruangan (spatial factor); (5) kemampuan bilangan (numerical ability); (6) kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency); dan (7) kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed).
Sementara itu, J.P. Guilford mengemukakan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar atau “faces of intellect”, yaitu :
  1. Operasi Mental (Proses Befikir)
  1. Cognition (menyimpan informasi yang lama dan menemukan informasi yang baru).
  2. Memory Retention (ingatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari).
  3. Memory Recording (ingatan yang segera).
  4. Divergent Production (berfikir melebar=banyak kemungkinan jawaban/ alternatif).
  5. Convergent Production (berfikir memusat= hanya satu kemungkinan jawaban/alternatif).
  6. Evaluation (mengambil keputusan tentang apakah suatu itu baik, akurat, atau memadai).
  1. Content (Isi yang Dipikirkan)
  1. Visual (bentuk konkret atau gambaran).
  2. Auditory.
  3. Word Meaning (semantic).
  4. Symbolic (informasi dalam bentuk lambang, kata-kata atau angka dan notasi musik).
  5. Behavioral (interaksi non verbal yang diperoleh melalui penginderaan, ekspresi muka atau suara).
  1. Product (Hasil Berfikir)
  1. Unit (item tunggal informasi).
  2. Kelas (kelompok item yang memiliki sifat-sifat yang sama).
  3. Relasi (keterkaitan antar informasi).
  4. Sistem (kompleksitas bagian saling berhubungan).
  5. Transformasi (perubahan, modifikasi, atau redefinisi informasi).
  6. Implikasi (informasi yang merupakan saran dari informasi item lain).
Belakangan ini banyak orang menggugat tentang kecerdasan intelektual (unidimensional), yang konon dianggap sebagai anugerah yang dapat mengantarkan kesuksesan hidup seseorang. Pertanyaan muncul, bagaimana dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Mozart dan Bethoven dengan karya-karya musiknya yang mengagumkan, atau Maradona dan Pele sang legenda sepakbola dunia,. Apakah mereka termasuk juga orang-orang yang genius atau cerdas ? Dalam teori kecerdasan tunggal (uni-dimensional), kemampuan mereka yang demikian hebat ternyata tidak terakomodasikan. Maka muncullah, teori inteligensi yang berusaha mengakomodir kemampuan-kemampuan individu yang tidak hanya berkenaan dengan aspek intelektual saja. Dalam hal ini, Howard Gardner (1993), mengemukakan teori Multiple Inteligence, dengan aspek-aspeknya sebagai tampak dalam tabel di bawah ini:
INTELIGENSI
KEMAMPUAN INTI
1. Logical – Mathematical
Kepekaan dan kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan bilangan serta kemampuan untuk berfikir rasional.
2. Linguistic
Kepekaan terhadap suara, ritme, makna kata-kata, dan keragaman fungsi-fungsi bahasa.
3. Musical
Kemampuan untuk menghasilkan dan mengapresiasikan ritme. Nada dan bentuk-bentuk ekspresi musik.
4. Spatial
Kemampuan mempersepsi dunia ruang-visual secara akurat dan melakukan tranformasi persepsi tersebut.
5. Bodily Kinesthetic
Kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan mengenai objek-objek secara terampil.
6. Interpersonal
Kemampuan untuk mengamati dan merespons suasana hati, temperamen, dan motivasi orang lain.
7. Intrapersonal
Kemampuan untuk memahami perasaan, kekuatan dan kelemahan serta inteligensi sendiri.
Kecakapan potensial seseorang hanya dapat dideteksi dengan mengidentifikasi indikator-indikatornya. Jika kita perhatikan penjelasan tentang aspek-aspek inteligensi dari teori-teori inteligensi di atas, maka pada dasarnya indikator kecerdasan akan mengerucut ke dalam tiga ciri yaitu : kecepatan (waktu yang singkat), ketepatan (hasilnya sesuai dengan yang diharapkan) dan kemudahan (tanpa menghadapi hambatan dan kesulitan yang berarti) dalam bertindak.
Dengan indikator-indikator perilaku inteligensi tersebut, para ahli mengembangkan instrumen-instrumen standar untuk mengukur perkiraan kecakapan umum (kecerdasan) dan kecakapan khusus (bakat) seseorang. Alat ukur inteligensi yang paling dikenal dan banyak digunakan di Indonesia ialah Tes Binet Simon -- walaupun sebetulnya menurut hemat penulis alat ukur tersebut masih terbatas untuk mengukur inteligensi atau bakat persekolahan (scholastic aptitude), belum dapat mengukur aspek – aspek inteligensi secara keseluruhan (multiple inteligence). Selain itu, ada juga tes intelegensi yang bersifat lintas budaya yaitu Tes Progressive Metrices (PM) yang dikembangkan oleh Raven.
Dari hasil pengukuran inteligensi tersebut dapat diketahui seberapa besar tingkat integensi (biasa disebut IQ = Intelligent Quotient yaitu ukuran kecerdasan dikaitkan dengan usia seseorang.
Rumus yang biasa digunakan untuk menghitung IQ seseorang adalah :

Di bawah ini disajikan norma ukuran kecerdasan dikaitkan dengan usia seseorang.
IQ
KATEGORI
PERSENTASE
140
Jenius (Genius)
0.25 %
130-139
Sangat Unggul (Very Superior)
0.75 %
120-129
Unggul (Superior)
6 %
110-119
Diatas rata-rata (High Average)
13 %
90-109
Rata-rata (Average)
60 %
80 - 89
Dibawah Rata-Rata (Low Average)
13 %
70 - 79
Bodoh (Dull)
6 %
50 - 69
Debil (Moron)
0.75 %
25 - 49
Imbecil
0.20 %
< 25
Idiot
0.05 %